Diary: Belajar Membuat Font dengan Inkscape dan Fontforge (part 2)


Assalamualaikum pada tulisan ini saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya:

Pada langkah sebelumnya telah berhasil menyimpan semua glyphs dan menyimpannya dalam bentuk svg biasa. Selanjutnya yang kita lakukan adalah membukanya dengan Fontforge.

snapshot461

snapshot462

Setelah membukanya semua glyph akan tampil seperti pada gambar di atas. Setelah itu buka menu Element –> Font Info

snapshot463

Pada submenu PS Names ganti nama font sesuai selera. Pilihan weight biarkan saja dengan regular (yang lainnya adalah bold, italic seperti yang kita ketahui).

Bearing

Mari kita double klik satu karakter/huruf untuk melihat detailnya, misalnya huruf S seperti gambar berikut:

snapshot467

Pada gambar dia atas terdapat margin/ruang kosong di kiri kanan hurus “s”. Ruang kosong inilah yang akan membentuk jarak antar huruf pada sebuah kata. Pada fontforge ruang tersebut disebut dengan “bearing”. Jika ruang terlalu luas/sempit kita bisa mengubahnya denagn membuka menu Metrics :

snapshot468

Untuk mengubah ruang di kanan gunakan Set R Bearings , untuk ruang di kiri gunakan Set L bearing dan ajaibnya gunakan Set Both bearings untuk mengubah ruang kiri dan kanan sekaligus.

Jika kita ingin mengubah ruang/bearings semua huruf/karakter sekaligus kita hanya perlu menyeleksi semua kotak glyps (atau kotak karakter/huruf) dengan ctrl+A atau juga dengan left click lalu tahan dan seleksi semua kotak glyphs. Lalu buka menu metrics lalu pilih set both bearings misalnya.

snapshot470

 

Ok dengan cara di atas kita bisa mengubah-ubah ruang di kiri kanan glyphs/huruf semuanya sekaligus. Namun kita juga perlu mengatur huruf/karakter seperti i, I (i besar), l (el) agar mempunyai bearingnya sendiri agar enak dilihat.

 

Kerning

Pada kasus-kasus tertentu , misalnya pada kasus “To” , “Wo”, “Av” dll kita perlu mengatur kerning. Mari kita buka menu Element –> Font Info lalu buka submenu Lookups. Setelah itu buka tab GPOS (Glyph Positioning) lalu klik Add Lookup seperti gambar di bawah ini:

snapshot473
gambar X

Kemudian pada jendela Lookup pilih Type “Pair Position (kerning)” , klik New lalu isi Feature dengan kerning dan isi script & language dengan “latn{dflt}”. Setelah itu beri nama lookup name sesuai selera seperti gambar di atas. Kemudian mari kita klik OK.

Kemudian klik add Subtable(mari lihat gambar X di atas) lalu pilih horizontal kemudian tentukan pasangan / pair kerningnya:

snapshot474

 

 

 

mari kita klik OK dan atur kerningnya

snapshot475

Untuk mengubah-ubah jarak antara dirinya dan diriku “T” dan “o” dalam “To” , nilai delta x adv #1 harus kita ubah-ubah (mari lihat gambar di atas). Pada kasus di atas nilai -300 saya rasa cocok untuk kasus saya. Kemudian klik OK Ok dan ok..

kemudian save hasil kerja kita

Menyimpan Font dalam Format ttf (True Type Font)

Ok setelah mengatur-atur bearing dan kerning sehingga enak dilihat. Mari kita save hasil kerja kita dalam format ttf (True Type Font) sehingga bisa diinstall di komputer/hp kita.

Buka menu File –> Generate Fonts

snapshot476

snapshot477

 

Kemudian pada pilihan format font pilih “True Type”  kemudian klik save. Setelah itu buka aplikasi font manager dan install font kita.

Sekian dari saya mohon maaf jika ada salah-salah kata, atas perhatiannya arigatou thank U.. Wassalamualaikum

 

tambahan:
untuk membuat GUI Fontforge lebih menarik , gunakan cara berikut : libregraphicsworld.org/blog/entry/how-to-beautify-fontforge-user-interface

 

 

 

 

 

One thought on “Diary: Belajar Membuat Font dengan Inkscape dan Fontforge (part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s